banner

banner

Jumat, 15 Mei 2015

Kecerdasan Emosional


Kecerdasan Emosi  (Emotional Quotient) adalah kemampuan untuk mengelola dan menggunakan emosi dengan cara positif dan kostruktif. Ketika anda puas dan sukses dalam pekerjaan, peran intelegensi emosional setara dengan kemampuan intelektual.


Intelegensi emosional adalah kemampuan berkomunikasi dengan orang lain yang membuat orang tertarik padamu, mengatasi perbedaan, memperbaiki perasaan terluka, dan menurunkan ketegangan dan stres. Sehingga intelegensi emosional ini sangat berguna untuk kesuksesan dalam karir.

 

Intelegensi Emosional yang juga disebut EQ memiliki empat komponen utama seperti terpapar berikut ini:

  • Kesadaran diri – Kemampuan untuk mengenali emosi diri dan impaknya sambil menggunakannya perasaan-perasaan itu untuk mengarahkan keputusan anda.
  • Manajemen diri – Kemampuan mengontrol emosi dan tindakan dan beradapatasi dengan perubahan lingkungan.
  • Kesadaran sosial – Kemampuan untuk merasa, memahami, dan bereaksi pada emosi orang lain dan merasa nyaman secara sosial.
  • Manajemen Hubungan – Kemampuan untuk memberikan inspirasi, pengaruh, dan berhubungan dengan orang lain dan mengelola konflik.

Ada lima kemampuan kunci yang perlu dikuasai untuk meningkatkan intelegensi emosionalmu
  • Menyadari ketika anda stres. Sadari pula respon stres khususmu, dan kenali kunci yang dapat dengan cepat menenangkan dan memberimu semangat. Cara terbaik mengurangi stres dengan cepat adalah dengan menggunakan indra: melalui pandangan, suara, penciuman, rasa, dan sentuhan. Tapi respon setiap orang berbeda terhadap input terhadap sensor kita, sehingga anda perlu menemukan hal-hal yang  menenangkan anda.
  • Tetap terhubung dengan pengalaman emosional internalmu. Dengan demikian anda dapat mengelola emosimu sendiri dengan benar. Emosimu dari waktu ke waktu mempengaruhi pemikiran dan tindakanmu, sehingga beri perhatian pada perasaan-perasaanmu dan masukkan mereka saat membuat keputusan pada pekerjaanmu.
  • Kenali dan gunakan secara efektif isyarat non verbal dan bahasa tubuh. Dalam banyak kasus, apa yang kita katakan kurang penting daripada bagaimana kita mengatakannya atau sinyal-sinyal nonverbal lainnya yang kita kirimkan, seperti kontak mata, ekspresi wajah, nada suara, postur, gesture dan sentuhan. Pesan-pesan non verbal anda bisa menumbuhkan minat, kepercayaan, dan hasrat untuk berkoneksi  atau sebaliknya dapat juga menghasilkan kekacauan, ketidakpercayaan, dan tekanan. Anda juga perlu untuk bisa membaca dan merespon secara akurat isyarat-isyarat nonverbal yang dikirimkan orang lain kepadamu di tempat kerja.
  • Kembangkan kapasitas untuk menghadapi tantangan dengan humor. Tidak ada obat stres yang lebih baik daripada tawa yang keluar dari hati dan tidak ada sesuatupun yang bisa mengurangi stres lebih cepat di tempat kerja daripada berbagi humor bersama. Tapi apabila tawa itu tidak menyenangkan orang lain, itu hanya akan membuat stres makin meningkat.
  • Menyelesaikan konflik dengan positif. Menyelesaikan konflik dengan cara konstruksi dan sehat bisa memperkuat kepercayaan di antara orang-orang dan melepaskan stres dan ketegangan di tempat kerja. Ketika menangani situasi yang memicu emosi, tetap fokus untuk hadir dengan mengabaikan luka lama dan dendam, hubungkan dengan emosimu, dan dengarkan baik kata-kata maupun isyarat-isyarat nonverbal yang digunakan. Apabila sebuah konflik dapat dipecahkan, pilihlah untuk mengakhiri argumentasi, bahkan apabila anda masih tidak sependapat. helpguide.org

0 komentar:

Posting Komentar